Kisah Sukses di Balik Kehebatan Self Healing

Banyak kasus gangrene karena penyakit diabetes mellitus yang seharusnya secara medis perlu dilakukan amputasi dapat sembuh dengan baik hanya dengan perawatan yang sangat sederhana oleh keluarga penderita.
Kami hanya memberikan suplemen herbal saja tanpa anti biotika dan kadang-kadang paracetamol tablet untuk penghilang rasa nyeri atau demam kalau diperlukan. Anti biotika kami berikan bila keadaan darurat, karena penggunaan jangka panjang akan sangat membahayakan penderita mengingat area luka yang sangat luas.

Iodine dan luka diusahakan kering dengan sering mengganti perban yang sebelumnya didahului dengan membersihkan nanah yang jumlahnya bisa sangat banyak.



Contoh Kasus 1

Gastro Duodenitis Kronis


14 Agustus 2007
Hari ke 14. Ibu jari kaki kanan dalam keadaan putus.
Gambar A
Gambar B  
30 September 2007
Hari ke 64. Tampak ibu jari sudah mulai menyatu.
Gambar A
Gambar B  
05 Desember 2007
Proses pengeringan luka-luka pada bagian luar mulai merata.
Gambar A
Gambar B  



Seorang laki-laki umur 31 tahun dengan gangrene diabetikum kaki kanan yang cukup berat sehingga dianjurkan untuk dilakukan amputasi setinggi pertengahan tungkai bawah. Penderita datang berobat pertama kali tanggal 9 Agustus 2007 dengan luka luas pada punggung kaki kanan dan ibu jari yang hampir putus, penuh nanah dan berbau sangat busuk. Pada kesempatan pertama kami tidak sempat membuat foto dokumentasi.
Foto-foto selanjutnya kami buat dengan jarak sekitar 10-14 hari. Kami ingin menunujukkan kemampuan tubuh untuk meregenerasi luka dengan pembentukan pembuluh darah baru, meregenerasi jaringan yang rusak dan menggantinya dengan jaringan yang baru. Juga kemampuan kulit untuk menutup luka dengan membuat jembatan sehingga kulit dapat menutup kembali pada luka yang luas.


Catatan :

  • Luka dirawat tanpa antibiotika lokal maupun sistematik.

  • Antiseptik menggunakan Povidone Iodine.

  • Luka dirawat secara kering! Berbeda dengan perawatan basah dan nekrotomi (menggunting jaringan-jaringan yang rusak) yang sering dilakukan di Rumah Sakit. Jaringan yang rusak akan mengalami lysis/kehancuran alamiah yang kemudian akan terjadi pendarahan kecil yang menunjukkan terjadi neovaskularisasi (pembentukan pembuluh darah baru) baru kemudian terbentuk granuloma yang akan tumbuh semakin cepat sehingga menutup seluruh area luka pada awalnya membusuk.

  • Kami hanya memberikan suplemen herbal.

  • Demam hanya terjadi pada hari-hari pertama saja dan kami berikan parasetamol.

  • Kadar gula puasa dan gula 2 jam diusahakan di bawah 180.

  • Bila jaringan granuloma dan neovaskularisasi telah terbentuk maka hampir tidak mungkin terjadi sepsis atau infeksi yang fatal sekalipun perawatannya tidak terlalu steril. Perawatan luka hanya seperti perawatan luka ringan saja.



Contoh Kasus 2

Proses Auto Amputasi


6 September 2003
Jari kaki sudah gangrene dan harus diamputasi.
Gambar A
Gambar B
30 September 2003
Terjadi proses auto amputasi pada ibu jari kaki.
Gambar A
Gambar B
24 Oktober 2003
Auto amputasi telah terjadi seutuhnya.
Gambar A
Gambar B

Pada kasus ini kami ingin memperlihatkan kemampuan tubuh manusia untuk melakukan apa yang kami sebut sebagai proses Auto Amputasi.
Pada kasus ini penderita seorang ibu berusia 65 tahun datang ke klinik kami dengan kadar gula 2 jam 260 g% dan mengalami gangrene pada ibu jari kaki kanan.
Pada saat datang pertama kali jari kedua juga telah mulai berubah warna menjadi kebiruan (belum menghitam). Dokter menganjurkan untuk segera dilakukan amputasi!
Penderita meninggalkan rumah sakit karena alasan tidak bisa menerima kehilangan sebagian kakinya. Kami juga menerangkan bahwa tubuh juga akan membuang ibu jari kaki kanannya secara otomatis karena memang benar-benar telah rusak/mati.
Sedangkan jari kedua kemungkinan besar dapat diselamatkan!


Catatan :

  • Kadar gula puasa dan 2 jam kami usahakan di bawah 180.

  • Antibiotika oral kami berikan selama 3 hari karena penderita panas waktu datang pertama kali ditambah bahan herbal.

  • Perawatan luka secara kering dan antiseptik menggunakan Povidone iodine.

  • Foto-foto secara serial kami buat hanya sampai proses auto amputasi terjadi.


Contoh Kasus 3

Gangguan Pencernakan Kronis


Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3 Gambar 4
Gambar 5 Gambar 6 Gambar 7 Gambar 8

Esofagus:
Mukosa dalam batas normal, Erosi, Ulkus, Polip dan Varises tidak ditemukan.

Gaster :
Mukosa hiperemis dan erosi sedang di Corpus, Angulus dan Antrum. Pada Antrum tampak Ulkus multiperl dengan polip sensil.
Ukuran 1 x 2 mm dengan dasar ulkus, bersih, tepi ireguler, Displasia. Pada Posisi retrograde Flap gastroesofageal dalam batas normal, tidak Tampak Varises.

Duodenum :
Mukosa Bulbus Hiperemis, Erosi, Ulkus dan Polip tidak ditemukan, Pars Descenden dalam batas normal.

Kesan :

  1. Pangastritis dengan Erosi dan Ulkus.

  2. Polip sesil di Antrum (dasar Ulkus)

  3. Duodenitis.



Contoh Kasus 4

Kasus Kista Ovari


   
Gambar 1 Gambar 2    

Dengan terapi herbal secara teratur Kista Ovari dapat mengecil tanpa operasi.



Contoh Kasus 5

Kasus Stroke Pendarahan


Pengobatan herbal bisa digunakan pada kasus stroke :
- Sumbatan.
- Pendarahan.
Dengan hasil memuaskan, dalam hal ini dapat dikombinasikan dengan terapi medis standar.

CT Scan  


Contoh Kasus 6

Kasus STRUMA (Gondok)


Pengobatan Herbal efektif baik pada penderita hipertiroid/Normotiroid.
Struma/gondok dapat mengecil dan hormon Tiroid dapat normal kembali.

Struma (Gondok)  


Contoh Kasus 7

Kasus PSORIASIS (Kulit Kepala)


Pengobatan herbal efektif juga terhadap psoriasis yang secara medis sulit disembuhkan.

Psoriasis (Kulit Kepala)  


Contoh Kasus 8

Kasus Kista Ovari


 
Gambar 1 (Sebelum) Gambar 2 (Sesudah) Gambar 3 (MRI Setelah Operasi)  

Nn. M 25 th Surabaya, Menderita cysta ovari dengan diameter +- 9cm yang seharusnya di lakukan operasi. Dengan terapi herbal custa mengecil menjadi seukuran normal kembali. Hasil USG dan hasil MRI spt di gambar diatas.



Contoh Kasus 9

Cancer Paru


20 Mei 2008
Tumor di paru kiri.
20 Juni 2008
Tumor membesar. mulai terapi herbal 27 Juni 2008
26 Juli 2008
Terjadi perbaikan significant

Tn. A.A. 27 Th, Bujangan.
Dengan cancer paru kini yang mengalami perbaikan secara signifikan.